4.3.12

Tuhan Ijinkan aku hidup lebih lama :’)

Aku berniat membantu Mama membuat Kue sepulang sekolah . Ketika Bel berbunyi aku segera pulang . Kebetulan hari ini gak ada kegiatan tambahan jadi aku bisa lebih menghabiskan banyak waktu untuk membantu mama membuat Kue .
Ketika menunggu angkot , aku merasa ada yang memanggilku .
“  Kikan … Kikan .. “ suara teriakan itu terdengar sangat jelas . aku mencari dimana asal suara itu , dan ternyata itu Bunga , Adel , Tesa , Agung dan Faris . ya mereka sahabat ku .

“ iya apa ? “ jawabku mendekati mereka .
“ ikut main yu kerumah Faris ? “ ajak Tesa .
“ gimana yah ?” Jawab ku binggung .
“ ayolah kan , gaada Lo garameee “ canda Agung .
“ tapi rencananya aku mau bantuin mama bikin kue nih “ jawabku .
“ ayolah sekali ini aja , kita kan udah lama gak main bareng-bareng lagi ? “ Bunga merayuku
Aku binggung . aku bantu mama ? atau pergi bersama sahabatku ?
Aduh aku ADILAU antara dilemma dan Galau . hhhaha
akhirnya aku memilih main bersama Sahabat ku , ya aku kan udah lama juga gak main bareng sma mereka .
“ yaudah deh aku ikut ke rumah Faris “ jawabku .
“ yeee asik . yaudah kita caw “ ajak Agung .
Sesampainya dirumah Faris . Kita bersenang bersama-sama . membuat makanan bersama-sama , nonton Film . aaaa pokonya hari ini seneng banget ngabisin waktu sama Sahabat . sampe akhirnya Faris ngajak buat main Petak Umpet .
“ heh , udah lama gak maen petak umpet . ada yang tertarik ? “ ajak Faris .
“ aku mauuuuu “ jawab Bunga
“ aku jugaaaa “ jawabku dan jeni
“ gak salah ? “ Tanya Adel meyakinkan .
“ enggak , ayolah kita maen petak umpet “ Tegas Agung .
Kita main petak umpet , dan yang jaga saat ini adalah Adel .
Aku bersembunyi dengan Faris di bawah meja dapur .
“ Kikan awas ketauan “ kata paris sambil menarik tanganku .
“ aduh biasa ajar is nariknya , sakit tau “ jawabku padanya sambil memegang tangan bekas tarikannya .
“ hehe , maaf cantik “ jawab Faris sambil tertawa kecil .
Tiba-tiba aku merasa pusing , entah apa yang kurasakan kepalaku tiba-tiba terasa berat , sangat berat . apa yang aku lihat seperti berputar .
“ aww “ kataku sambil memegang kepalaku .
“ Kikan kamu kenapa ? “ Tanya Faris khawatir .
“ enggak ko aku gpp “ jawabku pada Faris .
“ kamu ko jadi pucet ? ayo bangun kita ke ruang tamu aja . aku bawain kamu minum . “ Ajak Faris sambil menuntunku pergi ke ruang tamu .
“ hey udahan mainnya , Kikan sakit nih “ teriak Faris .
“ aih kamu , aku gak sakit Faris “ kataku .
Semuanya berkumpul di ruang tamu rumah Faris .”  kamu kenapa Kikan ? “ “ aku gak kenapa-kenapa . kayanya aku harus pulang sekarang deh “ “ yaudah kita anter kamu sampe kerumah , sampe dirumah kamu harus minum obat yah “ ucap adel padaku .
“ iya yaampun kalian bawel yah , aku gak kenapa-kenapa kali .
Aku diantarkan sampai kerumah oleh sahabat-sahabatku .
“ jaga kesehatan yah Kan , besok harus sekolah loh “ kata Bunga .
“ iya dong , hati-hati di jalan yah . papay “ jawabku
“ papaaaay Kikan “ jawab mereka .
Aku masuk ke rumah . kepalaku masih terasa pusing , kini untuk berjalanpun mulai terasa berat . aku duduk di sofa dan mengambil minum . capek sekali rasanya .
“ mama ko gak ada dirumah yah ? “ Tanya ku dalam hati .
“ Mah , mamah ? “ “ Kikan udah pulang ? ini mama di dapur kan “ aku menghampiri mama . ketika aku sampai di pintu dapur aku melihat mama yang sedang membuat kue, untuk mencukupi kebutuhan aku dan mama . iya mama mencari nafkah sendiri , papa meninggal ketika akan pergi ke Singapore . pesawat yang di tumpanginya terjatuh dan papa meninggal ketika kecelakaan itu terjadi . waktu demi waktu berlalu , keuangan keluargaku semakin menipis dan mama harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan ku . iya hanya aku , aku adalah anak tunggal . di rumah ini hanya ada aku dan mama .
“ mama masih bikin kue ? maafin Kikan gak bisa bantu mama yah . tadi Kikan main ke rumah Faris bareng temen-temen “ “ iya gpp Kikan , mama juga bisa sendiri ko . udah makan ? kamu ko pucat sayang ? kamu sakit “ “ udah mah tadi di rumah Faris , iya gitu ? enggak ko mah aku sehat-sehat aja . aku mandi dulu yah , nanti aku bantuin mama “ “ iya sana mandi dulu biar makin cantik “
Aku pergi ke kamar menyimpan Tasku , aku ke kamar mandi . aku bercermin , kupandangi raut muka ku . ada yang aneh , mengapa aku pucat ? tanyaku dalam hati . pusing ini masih kurasakan . apa aku sakit ? tapi bukannya dari tadi aku sehat-sehat aja ? tanyaku dalam hati . aku segera mandi . selesai mandi aku kembali ke dapur untuk membantu mama .
“ mamaaaa .. anak mama udah cantik nih udah mandi “ “ hhaha iya Kikan , mau bantu mama ? “” iya dong mah “ “ yaudah sini “
Aku membantu mama membuat kue , mama bertanya dan mengajakku berbincang .
“ tadi main kemana ?” “ ke rumah Faris mah “ “ nggapain aja ?” “ ya main aja kaya biasa “ “ suka yah sama Faris ? “” siapa mah ? aku ? “” iya hhaha “” enggak ih mama apaan sih “ “ gapapa padahal kan , Faris kan baik , sholeh , pinter lagi “” aih mama ._. “ “eh serius , mama pengen kalo kikan udah besar . kamu itu bahagia sama orang yang kikan sayang sampai akhir khayat . Ya semoga nasib Kikan gak kaya mama , kehilangan Ayah . orang yang paling Mama sayang “ “ mama :’( ( aku memeluk mama ) “” udah ah jangan nangis , ayah pasti bahagia disana :’) “
Tiba-tiba ada cairan merah menetas ke adonan kue . aku heran apa sebenarnya cairan merah itu . ketika mama melihat wajahku . mama tampak panic .
“ Kikan kenapa ? itu ada darah di hidung . ayo sini mama cuci “ iya gitu mah ? ada darah ? “
Aku ikut panic , ada apa ini ? kenapa ada darah keluar dari hidungku . seketika itu aku lebih merasa pusing . pusing yang benar-benar pusing sehingga aku tak bisa melihat apa-apa . aku terjatuh , aku menutup mata ini sehingga tak dapat melihat apa-apa .
Seketika itu aku terbangun , entah berada dimana . aku sendiri , sendiri di tengah kegelapan . aku tak melihat seorangpun yang aku kenal .
“ Mamaaa .. Mama dimana ? “ teriakku mencari mama .
“ Fariss … Bunga .. Agungg ? Adelll ? Tesaa ? “ Teriakku . tak ada satupun yang menjawab . aku menangis
aku sendiri . tak ada yang menemaniku lagi . aku sangat merasa sendiri .
 Aku melihat sebuah sinar , sinar yang menarik perhatian ku . aku mendekatinya , aku harap aku bisa bertemu mama . ketika aku mendekatinya . ada seseorang yang memegang bahuku .
aku menoleh , ternyata dia Ayah . Ayah yang telah pergi selama 4 tahun yang lalu . Ayah yang aku rindukan . aku memeluknya , aku tak ingin pergi lagi . aku tak ingin jauh dari Ayah . Ayah mengajakku ikut dengannya . Tapi aku tak mau , aku memilih untuk menemani Mama . Ayah meyakinkanku untuk ikut dengannya , ia bilang aku pasti akan bahagia bila ikut dengannya. Aku tetap memilih untuk menemani mama. Ayah mengecup keningku dan pergi meninggalkan ku . Sinar Terang itu Hilang .
Aku kembali sendiri , sendiri di ruangan yang gelap . aku kembali menangis . aku ketakutan . aku butuh mama aku butuh teman-temanku . Tak lama di depanku ada bayangan mama . Mama sedang menangis sambil duduk di depan sesorang berbaju putih . Nampaknya dia dokter . Mama menangis dan terus menangis , disana aku melihat teman-temanku juga . Faris , Adel , dan lain-lain yang ikut menangis .
Aku bertanya-tanya , sebenarnya ada apa ? apa yang terjadi padaku ? mengapa semua menangis ? mengapa di bayangan itu tak ada aku ? aku berada dimana sekarang ?
Aku melihat orang yang berbaju putih itu member kertas kepada mama . Tangisan mama semakin kencang . teman-teman juga terlihat semakin sedih .
Semuanya kembali gelap .
Aku terbangun , ternyata semua hanya mimpi . Kepalaku sangat berat , untuk membuka matapun rasanya sangat sulit . Aku teringat mimpiku . Mimpi buruk yang pernah ku alami .
Aku tak membuka mataku , tapi aku dapat mendengar apa yang di bicarakan dokter dan mama .
“ Anak ibu terkena penyakit kanker , dan sisa hidupnya taakan lama lagi . Anak ibu cepat atau lambat akan pergi . penyakit ini akan sangat mematikan . apabila anak ibu hidup sisa hidupnya pasti akan menderita karna penyakit ini “ “ tapi dok ,kalau anak saya pergi . saya tinggal sendiri didunia ini (jawab ibu sambil menangis ) “” ibu yang sabar , semoga anak ibu kuat , dan bisa menjalani hidup kembali normal , walau kemungkinan itu sangat sedikit “
Aku terkejut mendengar kata-kata itu , aku yang selama ini baik-baik saja ternyata mempunyai penyakit yang begitu kronisnya . aku memaksa membuka mati ini , terasa sekali kecupan hangat mama di kkeningku . aku tak kuasa menahan tangis . aku mencoba membuka mataku , terlihat sangat jelas mama yang sedang menangisiku . tanganku di pegang erat oleh mama . mama menatapku , merasa sangat takut kehilangan ku . di belakang mama ada teman-teman ku yang menenangkan mama sambil meneteskan air mata . aku tak kuasa melihat semua ini . tanpa ku sadari aku meneteskan air mata . mataku kembali tertutup .
Aku berdoa
“ ya allah panjangkan umurku , kuatkan aku . aku masih ingin hidup . aku ingin membahagiakan mama . Aku tak ingin meninggalkan mama sendirian . Aku butuh mama . Aku pasti bisa menjalankan semuanya bila disamping mama. Yaalah jalan hidupku masih panjang , aku masih ingin menjalani hidupku . hidupku yang berwarna seperti dulu . tak pernah ku bayangkan semua ini terjadi .
apa mimpiku benar ? apa ayah mengajakku untuk pergi ke alamnya ? . Yaalah ijinkan aku hidup , ijinkan aku hidup untuk membuat kebaikan . ijinkan aku hidup untuk membuat mama ku bahagia . membuat orang di sekelilingku mengerti hidup . membuat orang di sekelilingku merasa nyaman dan bahagia karna aku . Tuhan Ijinkan Aku Untuk Hidup Lebih Lama :” ”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NO SPAMING :D